Saturday, December 23, 2017

Cahaya Takkan Kembali



Cahaya Takkan Kembali
(Penulis : Nur Chanifah N)
Gemericik hujan yang syahdu... Kegelapan datang menghalau cahaya...Pudar perlahan jiwa raga ini... Mengembara raga tak berdaya ... Kini lenyaplah sudah jati diriku...
Kemanakah kau Pergi? Kini kau hilang bagai ditelan alam semesta ini...
Kemanakah kau Pergi?? Kemana?? Ku berlari ke dunia ini..Ku menunggu..Ku berdiri di jalan tak pasti...Dan kau? kau tak disini..
Kemanakah  kau Pergi? Lelah ku cari... Lelah ku menunggu... Hidup tak berarti tanpa dirimu
Sinar yang hilang, jiwa tak tenang... Semakin dalam jiwa ragaku tenggelam... Hujan badai temaniku tuk pulang..Dinginnya malam tak mampu ku tahan..kau tetap tak kembali pulang...
Mentari bersinar, seindah terang bulan kini... kau tak kembali... Kemanakah aku harus pergi? ku cari jejakmu dalam khayalku... walaupun deras air langit menetes, kau tetap tak kembali... Dimanakah kini ku dapatkan cahaya? Cahaya mentari yang berwarna warni seperti dulu kala?
Kasih.. kini kau hilang tanpa bicara. Rintihan rindu melanda... Redup cahaya hati lara ini. Kenangan yang menusuk jiwa... Dunia yang gelap...Hati yang dingin... semesta bicara tanpa bersuara... risau hati tak kunjung berhenti... Dan kau? kau tak akan kembali lagi...
Ku termenung menatap alam ini...langitpun menangis ketika kau pergi tak kembali... Dimanakah kini ku dapatkan cahaya hati penuh cinta seperti dulu kala? Tak ada lagi yang melengkapi hariku... Oh...hanya dirimu takkan terganti... Selamanya...
Sirna sudah janji yang terucap.. Hilang sudah harapan ini... kini? Kini?... kini kau pergi dan takkan kembali ke dunia ini... Hatiku berantakan jiwaku berhamburan... kini hanyalah kenangan takkan terlupakan... Kini hanyalah bayangan semu yang menemani hariku... dan kini hanyalah sepucuk harapan khayalku.. bertemu di alam yang kau tempati...  
Walaupun alam berbeda,waktu berbeda dan... jarak yang tak terukur... ku disini... merindukanmu tak kenal waktu dan tak terbalas... dan disinilah... ku hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu...
Surabaya, 21 July 2017.

0 komentar:

Post a Comment